Aku selalu ingin dimengerti tanpa aku ungkapkan apa kemauanku.
Aku selalu meragu pada apapun yang terjadi di belakangku.
Aku selalu memperhatikan detail apapun dalam hidupku.
Aku tidak mudah percaya pada orang lain.
Aku tidak sulit membiarkan keburukan yang dilakukan orang lain terhadapku.
Aku tidak meminta keinginanku selalu dituruti.
Aku terkadang tidak peduli apa yang orang lain ungkapkan tentangku.
Aku terkadang menjadi sangat sangat terpikir hal-hal yang tidak berpengaruh pada kehidupanku.
Aku terkadang dianggap mampu menjadi sandaran bagi yang membutuhkan untuk didengarkan.
Aku terkadang dianggap menutupi diri bagi yang merasa ada yang aku sembunyikan.
Aku bukan Malaikat yang selalu mengikuti dan mempertanyakan apa yang kau lakukan.
Aku bukan Nabi yang bisa diteladani akhlak perilaku dan budi pekertinya.
Aku bukan Tuhan yang menentukan apa yang terjadi saat ini, esok dan kemudian hari.
Dan,
Aku bukan siapa-siapa
Aku tidak memiliki apa-apa
Aku selalu ingin menjadi AKU yang apa adanya
January 26, 2013
December 25, 2012
BERAKHIR - AWAL YANG BARU
Sudah mau selesai ya 2012?
Seperti biasa, flashback apa saja yang sudah terjadi selama tahun 2012.
Januari-Februari, Kegiatan KKN kampus yang gak akan pernah terlupakan. Kebersamaannya. Banjir-banjirannya. Tekad kerja kerasnya. Bahkan impian untuk wisuda bersama.
Bulan-bulan setelahnya begitu mengasyikkan. Mata terus terjaga, pikiran terus terkuras, sampai-sampai terabaikan sesuatu yang belum menjadi prioritas. Ya, skripsi dan kelulusan memang menjadi tujuan awal 2012.
Begitu fokusnya untuk kepuasan bathin dan bentuk tanggung jawab kepada orang tua, tak ingin ada yang menghalangi. Sampai di hari ke-16 di bulan Juli itu menjadi hari penentuan.
Semua sudah dikerahkan sampai terabaikan lelahnya pikiran yang terkuras, tenaga yang tak hentinya dikeluarkan, dana yang tak sedikit tentunya.
LULUS. Kata yang ditunggu-tunggu, akhirnya menghampiri juga.
Sudah tidak peduli lagi, sakit yang datang menghampiri karena lelah, potong gaji karena kehabisan cuti, dana yang keluar terus menerus hingga selesainya upacara yang (tidak terlalu) sakral alias wisuda. Rasanya semua itu pasti tergantikan. PASTI.
Hingga tiba tanggal 27 September 2012. Ya, tepat di ulang tahun bapak yang ke-56 upacara wisuda terlaksana. Resmi sudah gelar S. I. Kom (Sarjana Ilmu Komunikasi)disandang di akhir nama ini.
Tapi 2 hari setelahnya justru melihat kesedihan karena bapak yang masuk RS. Rasanya sudah lupa semua prosesi wisuda saat itu. Alhamdulillah masih diberikan kesembuhan setelahnya.
Masih ada tuntutan untuk melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi. Seperti yang diketahui, ilmu itu tidak ada batasnya. Tapi maaf, rasanya belum membutuhkan itu untuk saat ini.
Tujuan hidup ke depan kan kita sendiri yang menentukan. Justru ingin memperdalam ketrampilan (Skill) yang ada dalam diri.
Setelah diniati, rasanya hampir tak percaya ketika kesempatan dan kemampuan itu ada. Menjahit. Sudah terpikirkan 6 tahun lalu untuk mempelajarinya. Setidaknya bisa diterapkan untuk diri sendiri. Terlaksana sudah, tinggal lihat ke depannya nanti.
Di akhir tahun ini, apakah wajib membuat resolusi di tahun depan? Rasanya ada lingkungan yang kurang mendukung dan mempengaruhi kehidupan ke depan. Semoga dilancarkan semuanya.
Jelasnya, 2013 itu meneruskan apa yang sudah berjalan baik di tahun 2012.
Aku. Bapak. Ibu. Kakak. Adik. Kamu. Kita.
December 17, 2012
Adakah Panggilan Lain yang lebih Indah?
Terdengar dari percakapan dua orang yang dikenal. Masih muda, sangat muda dan pastinya belum menikah.
Ya, mereka masih menjalin hubungan atau istilahnya berpacaran. Tapi....
Ada yang aneh, agak risih mendengarnya ketika mereka memiliki panggilan sayang satu sama lain.
Gimana ya menurutmu, ketika dua orang saling memanggil ayah-bunda, mama-papa, mami-papi atau apalah itu sebelum menikah. Ya, katakanlah mereka ingin membiasakan diri, mungkin untuk persiapan sebelum benar-benar menjadi pasangan kelak. Tapi, apa enak ya untuk didengar?
Paling cocok ya dengar ayah-bunda, mami-papi, mama-papa itu kalau mereka sudah menimang anak atau sudah menjadi calon orang tua.
Mungkin telinga ini berada di lokasi yang kurang tepat. Mungkin mata ini juga berada di situasi kurang pas ketika membuka jejaring sosial di media apapun.
Dan yang lebih mungkin adalah... Diri ini tidak seperti muda-mudi yang demikian.
Kalau boleh saran, bisa diganti gak tuh panggilannya? Apalagi sekarang remaja, usia sekolah atau kuliah sudah menerapkan panggilan demikian. Ada yang lebih indah atau pantas gak ya panggilan sayangnya?
Ini hanya bentuk perhatian pada lingkungan sekitar dilihat dari segi usia dan status aja.
Subscribe to:
Posts (Atom)