Suka sekali dengan ayat ini :
"Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib;
tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri,
dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan,
dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula),
dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi,
dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)".
Al-An-am:59
Sungguh tidak ada sesuatu yang kebetulan. Semua pasti sudah ada dalam agenda yang diciptakan oleh Tuhan.
Berpikir ketika sudah ditakdirkan ayah ibuku untuk dipertemukan dan menjalani hidup bersama. Begitu pula ketika terlahirnya kakak, aku dan adikku. Sesuatu yang tak bisa dielakkan lagi.
Jadi, kalau dirunut mundur dari masa lampau bukan kebetulan aku dilahirkan. Bukan kebetulan pula aku disekolahkan oleh orang tuaku dari TK hingga perguruan tinggi. Bukan kebetulan pula kemudian aku memasuki dunia kerja dan melanjutkan jenjang universitas kembali.
Jadi tidak ada yang kebetulan ketika aku bertemu KAMU, DIA, ANDA atau MEREKA yang memiliki sifat dan karakter yang berbeda.
Menjadi teman, sahabat, kekasih atau bahkan lawan.
Itu artinya kami dan KITA sudah waktunya dipertemukan, semua sudah ada dalam agenda-NYA.
Siapa bisa menolak jika Sang Pencipta sudah menuliskan.
September 07, 2014
June 02, 2014
Renungan Juni
Senin,
Awal bulan Juni,
Pagi hari.
Sepanjang perjalanan ke kantor, semua nampak seperti biasa. Tapi mata tak henti menatap di depan suatu toko. Terlihat seorang pria paruh baya berdiri di depan pagar toko yang terbuka sedikit, sambil mengangkat tangan setinggi-tingginya dan membawa 3 batang dupa (begitu aku menyebutnya).
Berulang kali tangannya terangkat ke atas sambil menunduk. Ya, mungkin menyembah, berdoa,atau entah apa namanya ritual itu.
Bukan apa agamanya, bukan apa yang ia sembah dan bukan siapa dia. Tapi, perilakunya membuatku seakan teringat akan suatu hal. Berdoa dan bersyukur.
Entah sudah hari ke berapa aku dapat membuka mata di pagi hari. Entah sudah detik ke berapa aku dapat menghirup udara segar. Entah sudah kali ke berapa aku mengunyah makanan dan mencernanya sehingga dapat bertahan hidup seperti hari ini.
Bahkan aku sering lupa bagaimana bersyukur itu.
Fa-biayyi alaa'i Rabbi kuma tukadzdzi ban
(Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?)
Bersyukur masih dapat merasakan anugerah Tuhanku di muka bumi.
Bersyukur masih dikelilingi orang-orang yang ku sayangi dan "semoga" menyayangiku.
Bersyukur masih dapat mengerahkan tenaga dan pikiran di tempat ku mencari nafkah.
Bersyukur masih merasakan betapa bahagianya memiliki penghasilan dari keringat sendiri.
Bersyukur masih dapat meyisihkan penghasilanku untuk berbagi dan zakat.
Apa yang ku dapat dan ku rasakan, mungkin tidak dapat dirasakan orang lain.
Masih ada orang lain yang tidak sebahagia aku.
Masih ada orang lain yang tidak sesehat aku.
Masih ada orang lain yang tidak memiliki pekerjaan dan penghasilan.
Masih ada orang lain yang belum bisa berbagi.
Masih ada orang lain yang tidak bisa menikmati bagaimana hidup itu.
Semoga, sejak detik ini, aku hamba-Mu selalu mengingatmu, mengucap syukur dan sanggup menjalankan apapun yang Kau kehendaki.
November 01, 2013
Tuhan Maha Baik
Beberapa minggu ini aku sering mengeluh. Ya, mengeluh. Keluhan apa? Sulitnya tidur nyenyak di malam hari, entah akibat apa. Tidur bisa lebih awal, tapi selalu terbangun dan sulit tidur kembali setelahnya.
Mungkin yang merasakan hal serupa bukan aku saja. Aku yakin itu.
Aku bertambah yakin, Tuhan pasti mendengar keluhanku. Tuhan tidak pernah tidur kan?
Dan aku merasakan jawaban Tuhan. Mudah saja bagi-Nya menjawab keluhanku.
Dengan cara apa?
Memberiku kondisi tubuh kurang sehat. Ya, itu jawabannya.
Ketika kondisi tubuh menurun, kemudian memaksaku untuk menenggak obat. Apa hasilnya? Tak berselang lama meminum obat, kantuk yang kurasakan begitu hebat.
Hebat! Hingga membuat nyaliku hilang mengemudi kendaraan sendiri. Tak lama obat bereaksi, nyenyaklahlah tidurku.
Tuhan itu baik ya, menjawab keluhanku dengan cara-cara yang dipilihnya. Tak hanya mendapat tidur pulas, tapi dapat pencerahan, Sehat itu MAHAL!
Subscribe to:
Posts (Atom)