December 01, 2015

Hari Ini, 6 Tahun Lalu

Bertemu teman-teman baru
Pengalaman baru
Bidang kerja baru

Benar ketika ada yang bilang,
Rezeki itu bukan banyaknya uang yang kita terima...
Teman yang baik, 
Lingkungan yang menyenangkan,
Jobdesk yang ringan walaupun beresiko,
Pengalaman yang unik,
Jaringan yang kuat,
Itu sudah merupakan rezeki yang aku rasakan saat ini.

Pun bertemu seseorang yang selanjutnya menjadi kepala keluargaku saat ini.

Selamat 6 tahun di perusahaan yang menyayangimu, Nil.
Semoga selalu bermanfaat untuk lingkunganmu.

January 12, 2015

M A S A

18 Januari 2015
Akan menjadi saksi masa
Dimana kedua sisi tak perlu tinggi hati
Melepas buah hati menjalankan Sunnah-Nya
Saling mencari saling merestui
Mengutarakan maksud hati
Pada masanya nanti, sendiri akan menjadi KAMI,berdua akan menjadi KITA
Semoga akan diraih ridho Ilahi Rabb

December 17, 2014

Hati. Hati. 💜

Luka yang masih perih, bekas luka yang tak kunjung menghilang. Tak pernah ada yang tau, kapan dan mengapa suatu peristiwa terjadi. Hanya perlu tau, semata-mata sudah digariskan oleh Sang Maha Pencipta Semesta.
Tak perlu bertanya mengapa, mengapa dan mengapa. Hanya perlu tau, pasti semua ada maksud dan tujuannya.
Apa yang diinginkan manusia belum tentu menjadi yang terbaik untuk dirinya. Dengan apa yang ditakdirkan bisa menjadi bahan instropeksi diri, pembelajaran juga kehati-hatian dalam bertindak.

September 15, 2014

B A P A K

Bapak. Pria pertama yang aku cintai di muka bumi ini.
Melarang suatu hal yang tidak disukainya dengan cara lain. Mengungkapkan permintaannya dengan cara berbeda.
Bapak tidak pernah memaksakan kehendaknya.
Bapak tau, apa yang aku anggap baik dan aku jalani.
Bapak juga tau bagaimana cara menghindarkan aku dari hal yang buruk ke depannya.
Cara mendidik bapak, entah sama atau tidak dengan orang tua lain yang memiliki 3 anak PUTRI.
Dulu jarang bertemu bapak, walaupun serumah. Bapak pergi kerja sebelum aku bangun, pulang setelah aku terlelap.
Sekarang, bapak sudah pensiun. Selalu di rumah. Tetapi malah aku yang meninggalkan bapak untuk kerja.
Nama bapak akan kubawa sampai aku menikah nanti. Bahkan tertulis di batu nisanku saat aku tak lagi di dunia ini.


September 07, 2014

Takdir

Suka sekali dengan ayat ini :

"Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; 
tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, 

dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, 

dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), 


dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, 
dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)".

Al-An-am:59


Sungguh tidak ada sesuatu yang kebetulan. Semua pasti sudah ada dalam agenda yang diciptakan oleh Tuhan.
Berpikir ketika sudah ditakdirkan ayah ibuku untuk dipertemukan dan menjalani hidup bersama. Begitu pula ketika terlahirnya kakak, aku dan adikku. Sesuatu yang tak bisa dielakkan lagi.

Jadi, kalau dirunut mundur dari masa lampau bukan kebetulan aku dilahirkan. Bukan kebetulan pula aku disekolahkan oleh orang tuaku dari TK hingga perguruan tinggi. Bukan kebetulan pula kemudian aku memasuki dunia kerja dan melanjutkan jenjang universitas kembali.

Jadi tidak ada yang kebetulan ketika aku bertemu KAMU, DIA, ANDA atau MEREKA yang memiliki sifat dan karakter yang berbeda.
Menjadi teman, sahabat, kekasih atau bahkan lawan.
Itu artinya kami dan KITA sudah waktunya dipertemukan, semua sudah ada dalam agenda-NYA.

Siapa bisa menolak jika Sang Pencipta sudah menuliskan.




June 02, 2014

Renungan Juni

Senin,
Awal bulan Juni,
Pagi hari.

Sepanjang perjalanan ke kantor, semua nampak seperti biasa. Tapi mata tak henti menatap di depan suatu toko. Terlihat seorang pria paruh baya berdiri di depan pagar toko yang terbuka sedikit, sambil mengangkat tangan setinggi-tingginya dan membawa 3 batang dupa (begitu aku menyebutnya). 

Berulang kali tangannya terangkat ke atas sambil menunduk. Ya, mungkin menyembah, berdoa,atau entah apa namanya ritual itu.

Bukan apa agamanya, bukan apa yang ia sembah dan bukan siapa dia. Tapi, perilakunya membuatku seakan teringat akan suatu hal. Berdoa dan bersyukur.

Entah sudah hari ke berapa aku dapat membuka mata di pagi hari. Entah sudah detik ke berapa aku dapat menghirup udara segar. Entah sudah kali ke berapa aku mengunyah makanan dan mencernanya sehingga dapat bertahan hidup seperti hari ini.

Bahkan aku sering lupa bagaimana bersyukur itu.

Fa-biayyi alaa'i Rabbi kuma tukadzdzi ban

(Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?)

Bersyukur masih dapat merasakan anugerah Tuhanku di muka bumi.
Bersyukur masih dikelilingi orang-orang yang ku sayangi dan "semoga" menyayangiku.
Bersyukur masih dapat mengerahkan tenaga dan pikiran di tempat ku mencari nafkah.
Bersyukur masih merasakan betapa bahagianya memiliki penghasilan dari keringat sendiri.
Bersyukur masih dapat meyisihkan penghasilanku untuk berbagi dan zakat.

Apa yang ku dapat dan ku rasakan, mungkin tidak dapat dirasakan orang lain.

Masih ada orang lain yang tidak sebahagia aku.
Masih ada orang lain yang tidak sesehat aku.
Masih ada orang lain yang tidak memiliki pekerjaan dan penghasilan.
Masih ada orang lain yang belum bisa berbagi.
Masih ada orang lain yang tidak bisa menikmati bagaimana hidup itu.

Semoga, sejak detik ini, aku hamba-Mu selalu mengingatmu, mengucap syukur dan sanggup menjalankan apapun yang Kau kehendaki.

November 01, 2013

Tuhan Maha Baik

Beberapa minggu ini aku sering mengeluh. Ya, mengeluh. Keluhan apa? Sulitnya tidur nyenyak di malam hari, entah akibat apa. Tidur bisa lebih awal, tapi selalu terbangun dan sulit tidur kembali setelahnya.
Mungkin yang merasakan hal serupa bukan aku saja. Aku yakin itu. 
Aku bertambah yakin, Tuhan pasti mendengar keluhanku. Tuhan tidak pernah tidur kan?
Dan aku merasakan jawaban Tuhan. Mudah saja bagi-Nya menjawab keluhanku.
Dengan cara apa?
Memberiku kondisi tubuh kurang sehat. Ya, itu jawabannya.
Ketika kondisi tubuh menurun, kemudian memaksaku untuk menenggak obat. Apa hasilnya? Tak berselang lama meminum obat, kantuk yang kurasakan begitu hebat. 
Hebat! Hingga membuat nyaliku hilang mengemudi kendaraan sendiri. Tak lama obat bereaksi, nyenyaklahlah tidurku.
Tuhan itu baik ya, menjawab keluhanku dengan cara-cara yang dipilihnya. Tak hanya mendapat tidur pulas, tapi dapat pencerahan, Sehat itu MAHAL!


May 18, 2013

Pemula dan Ahli

Semua pasti pernah merasakan jadi pemula. Dalam hal apapun.
Sesuai pengalaman, ketika menjadi pemula dalam suatu hal muncul rasa tidak yakin, gugup, tetapi ingin tau bahkan berusaha mempelajari hal tersebut lebih dalam.

Apa setiap orang juga demikian ya?
Menurut pengamatan di lingkungan sekitar, ternyata tidak selalu demikian. Ketika menjadi pemula ada yang menyerah pada tahap awal karena perasaan tidak yakin yang berkepanjangan. Hasilnya, GAGAL maju ke tahap berikutnya.

Tapi kalau dari awal sudah memiliki rasa ingin tau yang tinggi, bukan hal yang tidak mungkin akan menjadi ahli atau tahap expert. Belajar dan mengasah ilmu jadi kewajiban.

Nah, yang sering terjadi ketika ada pada tahap expert adalah belum tentu ilmu yang ia miliki dibagikan kepada pemula selanjutnya. Bahkan cenderung merahasiakan atau menyimpan apa yang sudah dipelajari selama ini.
Bukan hal yang tidak mungkin juga, ia menjadi sombong, lupa akan siapa yang mengajarinya dahulu dan cenderung licik atau menggunakan cara tidak sehat agar menjadi lebih dari yang didapat. Na'udzubillah.

Pantas saja ada pepatah "Seperti kacang lupa akan kulitnya". Yah, akan bertahan berapa lama kesuksesan orang seperti itu ya? 
Dan benar saja ketika ada orang sukses mengatakan "Barang siapa yang meninggikan hatinya, maka akan direndahkan oleh Tuhan. Dan barang siapa yang merendahkan hatinya, pasti akan dinaikkan derajatnya oleh Tuhan". 
Melakukan hal sesuai prinsip seperti inilah yang membuat kesuksesan seseorang akan bertahan lama. 

March 22, 2013

Melewati Maret

Keramaian sudah terlihat dari jalan raya yang terlewati. Tempat parkir, lobby, hingga tempat tidur yang berbaris rapi. 
Raut wajah beragam usia juga nampak beragam ekspresi. Khawatir, cemas, sedih, ada tangisan, nampak juga sedikit senyuman. 
Khas aroma racikan bahan kimia sudah tercium jelas sejak langkah pertama memasuki ruang demi ruang, bilik demi bilik.
Personel berseragam berjalan cepat, kadang tak mempedulikan orang-orang yang dilewatinya.
Melihat wajah-wajah menunggu, resah dan berharap. Menggunakan alat bantu, sebagai penopang tubuhnya sendiri agar kuat.
Kalau di ruangan biasa yang dilengkapi dengan tempat tidur, kantung infus dan tabung oksigen, mungkin terasa biasa. Tapi aku pernah melihat satu ruangan yang isinya lebih dari itu. Selang, alat bantu pernapasan dan berbagai alat yang aku tak tahu namanya ada dalam satu ruangan yang dihuni untuk satu orang.
Sesungguhnya, ini tempat yang tak aku suka. Sejak dulu, sejak lama. Karena di tempat ini hanya ada dua kemungkinan, berangsur membaik atau justru memburuk dan berakhir dengan kesedihan.
Tidak ada seorangpun yang menginginkan tubuhnya rapuh, tapi setiap orang pasti pernah mengalaminya. Tempat ini menampung orang yang bernasib sama dengan sebab yang berbeda. Perasaannya pun beragam, ada yang memang kuat menghadapinya, pura-pura kuat atau justru menunjukkan selemah-lemahnya orang kuat. Begitu juga yang mengunjunginya.
Mungkin aku termasuk orang yang pura-pura kuat ketika berada di tempat ini. Berusaha menghibur bahkan sanggup tersenyum di hadapan wajah-wajah menderita. Semata-mata ingin menguatkan.Tapi, di balik itu, perasaan dan pikiran bercampur cemas, khawatir, resah, bingung, sedih. Apalagi jika yang berada di tempat tersebut adalah orang yang disayang.
Ketika kesehatan tak ternilai lagi harganya, dan ketika kebahagiaan tak ada yang bisa menggantikan dengan apapun. Sesungguhnya orang-orang yang sehat adalah orang yang sepatutnya, bahkan harus  BERSYUKUR.

February 23, 2013

KELUHAN

Kamu sering mengeluh? 
Sakit sedikit langsung berkeluh kesah serasa orang yang tak berdaya. 
Haus sedikit langsung berkeluh kesah serasa tidak ada lagi air yang bisa diminum.
Lapar sedikit langsung berkeluh kesah serasa tidak ada lagi yang dapat dimakan.
Panas sedikit langsung berkeluh kesah serasa orang yang terjebak dalam peristiwa kebakaran.
Dingin sedikit langsung berkeluh kesah serasa berada dalam peti berisikan es batu yang maha dahsyat dinginnya.
Lelah sedikit langsung berkeluh kesah serasa selesai mengerjakan pekerjaan tanpa henti yang benar-benar menguras tenaga hingga tetes keringat terakhir.

Suatu hari aku akan membuka postingan ini lagi, dan menilai apakah berkurang rasa bersyukurku pada Allah SWT hingga selalu mengeluh dengan apa yang sudah dianugerahkan.

February 14, 2013

Kasih = Sayang ??

Katanya hari ini sejumlah umat manusia memperingati hari kasih sayang. Setidaknya orang mendadak ingat dengan simbolis kepada siapa akan memberikan sesuatu yang bernilai, yang merasa disayang tentunya.
Cukup klise kalau ada yang bilang "Kasih sayang itu kan setiap hari, setiap saat". Kasih sayang itu tanpa batas. Kepada siapapun, kapanpun, dimanapun dan dengan cara apapun. Jika ada satu hari yang menjadikan peringatan momen kasih sayang sepertinya secara simbolis saja. Secara praktisnya, ya dengan hal kecil.
Memang menjadi suatu harapan apabila kita dapat disayangi semua orang. Dihargai. Dipedulikan. Diperhatikan. Tapi semua itu harus sejalan dengan diri kita sendiri. Bagaimana mau disayang orang lain apabila kita tidak menyayangi orang lain. Bagaimana berharap dihargai orang lain jika tidak pernah menghargai orang lain. Bagaimana orang mau peduli jika perhatian dan rasa peduli kepada orang di sekitar tidak ada.
Jangan sampai hanya menjadi orang yang butuh dan meminta saja, tetapi juga menjadi orang yang memberi. Salam Cinta.

January 26, 2013

AKU

Aku selalu ingin dimengerti tanpa aku ungkapkan apa kemauanku.
Aku selalu meragu pada apapun yang terjadi di belakangku.
Aku selalu memperhatikan detail apapun dalam hidupku.
Aku tidak mudah percaya pada orang lain.
Aku tidak sulit membiarkan keburukan yang dilakukan orang lain terhadapku.
Aku tidak meminta keinginanku selalu dituruti.
Aku terkadang tidak peduli apa yang orang lain ungkapkan tentangku.
Aku terkadang menjadi sangat sangat terpikir hal-hal yang tidak berpengaruh pada kehidupanku.
Aku terkadang dianggap mampu menjadi sandaran bagi yang membutuhkan untuk didengarkan.
Aku terkadang dianggap menutupi diri bagi yang merasa ada yang aku sembunyikan.
Aku bukan Malaikat yang selalu mengikuti dan mempertanyakan apa yang kau lakukan.
Aku bukan Nabi yang bisa diteladani akhlak perilaku dan budi pekertinya.
Aku bukan Tuhan yang menentukan apa yang terjadi saat ini, esok dan kemudian hari.

Dan,
Aku bukan siapa-siapa
Aku tidak memiliki apa-apa
Aku selalu ingin menjadi AKU yang apa adanya

December 25, 2012

BERAKHIR - AWAL YANG BARU

Sudah mau selesai ya 2012?
Seperti biasa, flashback apa saja yang sudah terjadi selama tahun 2012.
Januari-Februari, Kegiatan KKN kampus yang gak akan pernah terlupakan. Kebersamaannya. Banjir-banjirannya. Tekad kerja kerasnya. Bahkan impian untuk wisuda bersama.
Bulan-bulan setelahnya begitu mengasyikkan. Mata terus terjaga, pikiran terus terkuras, sampai-sampai terabaikan sesuatu yang belum menjadi prioritas. Ya, skripsi dan kelulusan memang menjadi tujuan awal 2012.
Begitu fokusnya untuk kepuasan bathin dan bentuk tanggung jawab kepada orang tua, tak ingin ada yang menghalangi. Sampai di hari ke-16 di bulan Juli itu menjadi hari penentuan. 
Semua sudah dikerahkan sampai terabaikan lelahnya pikiran yang terkuras, tenaga yang tak hentinya dikeluarkan, dana yang tak sedikit tentunya. 
LULUS. Kata yang ditunggu-tunggu, akhirnya menghampiri juga. 
Sudah tidak peduli lagi, sakit yang datang menghampiri karena lelah, potong gaji karena kehabisan cuti, dana yang keluar terus menerus hingga selesainya upacara yang (tidak terlalu) sakral alias wisuda. Rasanya semua itu pasti tergantikan. PASTI.
Hingga tiba tanggal 27 September 2012. Ya, tepat di ulang tahun bapak yang ke-56 upacara wisuda terlaksana. Resmi sudah gelar S. I. Kom (Sarjana Ilmu Komunikasi)disandang di akhir nama ini.
Tapi 2 hari setelahnya justru melihat kesedihan karena bapak yang masuk RS. Rasanya sudah lupa semua prosesi wisuda saat itu. Alhamdulillah masih diberikan kesembuhan setelahnya.
Masih ada tuntutan untuk melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi. Seperti yang diketahui, ilmu itu tidak ada batasnya. Tapi maaf, rasanya belum membutuhkan itu untuk saat ini.
Tujuan hidup ke depan kan kita sendiri yang menentukan. Justru ingin memperdalam ketrampilan (Skill) yang ada dalam diri. 
Setelah diniati, rasanya hampir tak percaya ketika kesempatan dan kemampuan itu ada. Menjahit. Sudah terpikirkan 6 tahun lalu untuk mempelajarinya. Setidaknya bisa diterapkan untuk diri sendiri. Terlaksana sudah, tinggal lihat ke depannya nanti. 
Di akhir tahun ini, apakah wajib membuat resolusi di tahun depan? Rasanya ada lingkungan yang kurang mendukung dan mempengaruhi kehidupan ke depan. Semoga dilancarkan semuanya.
Jelasnya, 2013 itu meneruskan apa yang sudah berjalan baik di tahun 2012.
Aku. Bapak. Ibu. Kakak. Adik. Kamu. Kita.

December 17, 2012

Adakah Panggilan Lain yang lebih Indah?

Terdengar dari percakapan dua orang yang dikenal. Masih muda, sangat muda dan pastinya belum menikah.
Ya, mereka masih menjalin hubungan atau istilahnya berpacaran. Tapi....
Ada yang aneh, agak risih mendengarnya ketika mereka memiliki panggilan sayang satu sama lain.
Gimana ya menurutmu, ketika dua orang saling memanggil ayah-bunda, mama-papa, mami-papi atau apalah itu sebelum menikah. Ya, katakanlah mereka ingin membiasakan diri, mungkin untuk persiapan sebelum benar-benar menjadi pasangan kelak. Tapi, apa enak ya untuk didengar?
Paling cocok ya dengar ayah-bunda, mami-papi, mama-papa itu kalau mereka sudah menimang anak atau sudah menjadi calon orang tua.
Mungkin telinga ini berada di lokasi yang kurang tepat. Mungkin mata ini juga berada di situasi kurang pas ketika membuka jejaring sosial di media apapun. 
Dan yang lebih mungkin adalah... Diri ini tidak seperti muda-mudi yang demikian.
Kalau boleh saran, bisa diganti gak tuh panggilannya? Apalagi sekarang remaja, usia sekolah atau kuliah sudah menerapkan panggilan demikian. Ada yang lebih indah atau pantas gak ya panggilan sayangnya?
Ini hanya bentuk perhatian pada lingkungan sekitar dilihat dari segi usia dan status aja. 

December 05, 2012

Cerita Hujan

Kalau hujan deras itu . . .

Ingat menerjang banjir pasti
Bukan hanya di jalan, tapi juga di depan rumah sendiri

Ingat pulang dari kampus malam hari
Kondisi headlamp mati

Ingat zaman hidup sama bapak cuma berdua
Bocor dimana-mana
Bapak belum pulang kerja, gak tau harus berbuat apa

Ingat sambungan telepon lokal, SLJJ putus

Ingat pelampiasan lapar, mie rebus

November 30, 2012

END OF LIFE

Tidaklah terlalu penting kita akan mati, tapi yang terpenting adalah sejauh mana persiapan menghadapi kematian itu. Rasulullah SAW mengingatkan agar kita bersegera untuk menyiapkan bekal dengan beramal saleh. Bersegeralah kamu beramal sebelum datang tujuh perkara: kemiskinan yang memperdaya, kekayaan yang menyombongkan, sakit yang memayahkan, tua yang melemahkan, kematian yang memutuskan, dajjal yang menyesatkan, dan kiamat yang sangat berat dan menyusahkan. (HR Tirmidzi).


Jlebbb,, yang langsung terasa adalah.....
Apa ya yang ada di benak orang-orang yang menyepelekan akhirat?
Apa dengan nikmatnya hidup di dunia akan nikmat juga di akhirat?
Sejauh mana kita mempersiapkan diri untuk menghadap-Nya?

Bekalnya apa?
Dan sampai sekarang saya belum mempersiapkan apa-apa.
Begitu rendahnya diri ini karena dalam kehidupan di duniapun belum tentu memberikan kebaikan bagi orang-orang kesayangan dan yang ada di sekitar.

November 28, 2012

Tanya Sendiri Jawab Sendiri (TSJS) #EdisiPrinsip

#EdisiPrinsip

T : Prinsip apa yang kamu gunakan dalam hidup?
J : Santai, gak ngoyo tapi tetap berusaha. Belajar dari masa lalumu, terapkan saat ini, untuk mendapatkan hasil baik di masa depan.


T : Prinsip apa yang kamu gunakan saat makan?
J : Habiskan dulu makananmu, baru minum. Tapi case by case sih, kalau kepedesan, di tengah-tengah makan bisa minum juga.

T : Prinsip apa yang kamu gunakan saat tidur?
J : Dimanapun bisa merem *upsssssss

T : Prinsip apa yang kamu gunakan saat marah?
J : Diam, dikhawatirkan kemudian meledak.




T : Prinsip apa yang kamu gunakan saat berteman?
J : Asal gak merugikan dan tidak mengganggu. Easy going mau berteman dengan siapa aja.


T : Prinsip apa yang kamu gunakan saat pacaran?
J : Seperti pasir. Ketika kamu mengambil segenggam pasir kemudian menggenggamnya dengan sangat erat, maka pasir-pasir itu lama-lama akan keluar dari sela-sela jarimu dan kemudian habis. Lalu jika kamu membuka kepalan tanganmu lebar-lebar, maka pasir itu akan lama-lama terbang terbawa angin dan habis. Maka renggangkan kepalanmu dan jangan terbuka terlalu lebar, niscaya genggaman pasir itu akan tetap terjaga dari tanganmu.

T : Prinsip apa yang kamu gunakan dalam pendidikan?
J : Strata pendidikan itu memang perlu, namun akan sangat berguna jika mempunyai skill khusus. Apalagi jika bisa berbagi. Ilmu padi, semakin merunduk semakin berisi.

T : Prinsip apa yang kamu gunakan saat bekerja?
J : Sepenuh hati. Sebisa mungkin tidak memforsir kemampuan diri. Karena kemampuan fisik, pikiran dan perasaan setiap orang ada batasnya.






November 26, 2012

Edisi Wanita

Ketika muncul sebuah pertanyaan, apakah kamu wanita yang sempurna? Dengan jelas kukatakan, bahwa aku BUKANLAH wanita yang sempurna. Jika perlu kuperjelas dengan sikap dan perlakuanku sehari-hari.
Ketika dalam sebuah keluarga, aku bukanlah anak yang rajin, terkadang membantah perintah orang tua, selalu maunya sendiri, sulit diatur dan tidak ingin ada yang menghalangiku ketika aku mau berbuat apapun selama aku pikir itu baik untukku. 
Ketika dalam sebuah hubungan dekat dengan pasanganpun demikian. hampir tak pernah aku mengalah, yang sering terjadi adalah aku sungguh menguras kesabaran.
Kini yang aku butuhkan adalah orang yang dapat membimbingku ke arah lebih baik, bukan justru memperparah keadaan.

November 23, 2012

Tanya Sendiri Jawab Sendiri (TSJS) #edisistress

Mulai hari ini, mau mulai dengan isi blog Tanya Sendiri Jawab Sendiri (TSJS) 

#EdisiStress

T : Apa kabar hari ini?
J : Alhamdulillah, sehat. Dari bangun tidur, cerah tak ceria.

T : Ada hal yang gak biasa hari ini?
J : Gak ada sih, tapi listrik mati di kantor bikin pengap juga. Dapet email dari rumah zakat juga udah ngerasa adeeem.

T : Ada yang bikin terkejut hari ini?
J : Kabar kecelakaan dari temen. Kaget, dan ternyata sudah hampir seminggu kecelakaannya. (terkejut yang telat sepertinya)

T : Ada rencana apa untuk weekend?
J : Maunya sih liburan (cari partner).


November 20, 2012

Mulai Stress

Kenapa ya???
Ini blog sering tersentuh saat sedang drop, kalut, sedih, sakit, dan apalah yang negatif kesannya itu. Seolah-olah hanya menjadi objek derita buat si penulisnya. Gak heran nangis-nangis di depan netbuk pas nulis cerita di blog. 
Sungguh besar jasamu nak Blog.
Sering merasakan bahwa sosial media itu menyakitkan hati, juga curhatnya di sini. Padahal blog ini juga media sosial, waduh. Baca lagi cerita-cerita yang kutulis sendiri juga bisa bikin terharu, sedih, nangis, atau tertawa kecil.
Sudah mulai stress kayaknya. Butuh pemandangan air laut, pegunungan, kebun, sawah, sungai atau air terjun. SEGERA!